PAPA MAMA, TOLONG KEMBALIKAN TANGAN ITA

Halaman ini adalah kumpulan WhatsApp saya yang bagus:

Dari: Nurindrarani Kelompok WA: #TEMAN EX KOMP PERTAMINA#.
Tulisan ini menarik, tapi entah siapa yang menuliskannya: 🙌🙏🙏


Luangkan watu untuk membaca kisah nyata yang menyentuh hati ini, cerita tentang Ita yang memohon papanya untuk kembalikan tangannya.

Sepasang suami isteri seperti pasangan lain di kota- 
kota besar meninggalkan anak-anak untuk diasuh pembantu rumah ketika mereka bekerja. 


Anak tunggal pasangan ini, gadis kecil berusia tiga setengah tahun. Sendirian di rumah, dia sering dibiarkan pembantunya yang sibuk bekerja.

Dia bermain diluar 
rumah. Dia bermain ayunan, berayun-ayun di atas ayunan yang
dibeli papanya, ataupun memetik bunga matahari, bunga kertas dan lain-lain di halaman rumahnya.

Suatu hari dia melihat 
sebatang paku karat. Dia pun mencoret semen tempat mobil 
ayahnya diparkirkan tetapi karena lantainya terbuat dari marmer, coretan tidak kelihatan. Dicobanya pada mobil baru ayahnya. 

Ya… karena mobil itu bewarna gelap, coretannya tampak jelas. 


Apa lagi kanak-kanak ini pun membuat coretan sesuai dengan 
kreativitasnya.

Hari itu bapak dan ibunya mengendarai motor ke 
tempat kerja karena jalan macet. Setelah sang anak mencoret penuh sisi yang sebelah kanan dia beralih ke sebelah kiri mobil. 

Dibuatnya gambar ibu dan ayahnya, gambarnya sendiri, lukisan 
ayam, kucing dan lain sebagainya mengikuti imaginasinya. 

Kejadian itu berlangsung tanpa disadari si pembantu rumah.


Pulang petang itu, terkejutlah ayah ibunya melihat mobil yang 
baru setahun dibeli dengan angsuran. Si bapak yang belum lagi masuk ke rumah ini pun terus menjerit, “Kerjaan siapa ini?” 

Pembantu rumah yang tersentak dengan jeritan itu berlari keluar. 


Dia juga beristighfar. Mukanya merah padam ketakutan lebih-
lebih melihat wajah bengis tuannya.

Sekali lagi diajukan 
pertanyaan keras kepadanya, dia terus mengatakan:
 ‘Tak tahu…
!” “Kamu dirumah sepanjang hari, apa saja yg kau lakukan?” 

hardik si isteri lagi. Si anak yang mendengar suara ayahnya, tiba-
tiba berlari keluar dari kamarnya. Dengan penuh manja dia berkata “Ita yg membuat itu papa…. cantik kan!” katanya sambil memeluk papanya ingin bermanja seperti biasa.

Si ayah yang hilang kesabaran mengambil sebatang ranting kecil dari pohon bunga raya di depannya, terus dipukulkannya berkali-kali ke telapak tangan anaknya.

Si anak yang tak mengerti apa-apa 
terlolong-lolong kesakitan sekaligus ketakutan. Puas memukul telapak tangan, si ayah memukul pula belakang tangan anaknya. 

Si ibu cuma mendiamkan saja, seolah merestui dan merasa puas 
dengan hukuman yang dikenakan.

Pembantu rumah terbengong, tidak tahu harus berbuat apa?
Si bapak cukup keras memukul-
mukul tangan kanan dan kemudian tangan kiri anaknya.

Setelah 
si bapak masuk ke rumah dituruti si ibu, pembantu rumah menggendong anak kecil itu, membawanya ke kamar.

Dilihatnya telapak tangan dan belakang tangan si anak kecil luka-luka dan berdarah. Pembantu rumah memandikan anak kecil itu.

Sambil menyiram air sambil dia ikut menangis. Anak kecil itu juga terjerit-jerit menahan kepedihan saat luka-lukanya itu terkena air.

Si pembantu rumah kemudian menidurkan anak kecil itu.
Si bapak 
sengaja membiarkan anak itu tidur bersama pembantu rumah.

Keesokkan harinya, kedua belah tangan si anak bengkak. 


Pembantu rumah mengadu. “Oleskan obat saja!” jawab tuannya, 
bapak si anak. Pulang dari kerja, dia tidak memperhatikan anak kecil itu yang menghabiskan waktu di kamar pembantu.

Si bapak konon mau mengajar anaknya. Tiga hari berlalu, si ayah tidak pernah menjenguk anaknya sementara si ibu juga begitu tetapi setiap hari bertanya kepada pembantu rumah. “Ita demam…” 

jawab pembantunya ringkas.”Kasih minum obat penurun panas ,” 
jawab si ibu.
Sebelum si ibu masuk kamar tidur dia menjenguk kamar pembantunya. Saat dilihat anaknya Ita dalam pelukan pembantu rumah, dia menutup lagi pintu kamar pembantunya. 

Memasuki hari keempat, pembantu rumah memberitahukan 
tuannya bahwa suhu badan Ita terlalu panas. “Sore nanti kita bawa ke klinik” kata majikannya itu. 

Sampai saatnya si anak yang sudah lemah dibawa ke klinik. Dokter mengarahkan ia dirujuk ke hospital karena keadaannya serius. 

Setelah seminggu di rawat inap doktor memanggil bapak dan ibu anak itu.

“Tidak ada 
pilihan..” katanya yang mengusulkan agar kedua tangan anak itu 

diamputasi karena gangren yang terjadi sudah terlalu parah.


“Tangannya sudah bernanah, demi menyelamatkan nyawanya kedua tangannya perlu dipotong dari siku ke bawah” kata doktor.

Si bapak dan ibu bagaikan terkena halilintar mendengar kata-
kata itu. 
Terasa dunia berhenti berputar, tapi apa yang dapat dikatakan. 
Si ibu meraung merangkul si anak. Dengan berat hati dan lelehan air mata isterinya, si bapak terketar-ketar menandatangani surat persetujuan pembedahan.

Keluar dari bilik 
pembedahan, selepas obat bius yang disuntikkan habis, si anak 

menangis kesakitan. Dia juga heran melihat kedua tangannya 
berbalut kasa putih. Ditatapnya muka ayah dan ibunya. 

Kemudian ke wajah pembantu rumah. Dia mengerutkan dahi melihat mereka semua menangis. Dalam siksaan menahan sakit, si anak bersuara dalam linangan air mata.

“Papa.. Mama… Ita tidak akan 
melakukannya lagi. Ita tak mau dipukul papa. 
Ita tak mau jahat. Ita sayang papa.. sayang mama.” katanya berulang kali 

membuatkan si ibu gagal menahan rasa sedihnya.


“Ita juga 
sayang Kak Narti..” katanya memandang wajah pembantu rumah, sekaligus membuatkan gadis itu meraung histeris.

“Papa.. 
kembalikan tangan Ita. Untuk apa diambil.. Ita janji nggak akan   mengulangi-nya lagi!

Bagaimana caranya Ita mau makan nanti? 

Bagaimana Ita mau bermain nanti? 

Ita janji tdk akan mencoret-coret mobil lagi,” katanya berulang-ulang.

Serasa copot jantung si 
ibu mendengar kata-kata anaknya. Meraung-raung dia sekuat hati namun takdir yang sudah terjadi, tiada manusia dapat 

menahannya.


Pelajaran berharga buat para orang tua, anak nakal 
itu biasa, kalau anak kecil terluka, berilah perhatian sendiri dan jangan bergantung pada pembantu/khadimat yang mungkin saja bisa lalai.

Penyesalan SELALU datang terlambat, hindarilah.


Semoga kita bisa mengambil hikmah dari kisah di atas.😭😭😭

Ctt. 

👹Marah itu dari syetan😈 
Dan hasil setiap kemarahan adl kedholiman, so.. Hadapi  semua dengan kesabaran…dan mengerti Perkembangan jiwa si Manusia Kecil😚😙😘





loading…

powered by Surfing Waves

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *